Sabtu, 12 November 2011

BADAI JIWA

di atas puncak bukit retak
kugetarkan suara kekecewaan
sekuat hati sekuat tenggorokanku
kubadaikan hari ini

hujan mengakhiri tegakku disana
petir menakutkan aku
sore datang lebih cepat
namun tangisku tak berganti

daun-daun menghiasi senja
dalam suara-suara lain yg mulai bernyanyi
kau diam dimana kini
jangan biarkan aku menggigil disini

sebentar lagi mungkin hati ini runtuh
bersama badai teriakan kecewaku
kau tak menjawab smuanya
tak kuat menjadikan cinta menjadi sakit
kau hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar